Sah! – Universitas Sugeng Hartono (USH) menyelenggarakan pameran inovasi mahasiswa dan seminar internasional dalam rangkaian CreaFest 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperkuat kolaborasi global, salah satunya melalui kemitraan dengan perguruan tinggi ternama asal Taiwan.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan International Seminar yang menghadirkan pakar dari Ming Chi University of Technology (MCUT), Taiwan, Prof. Thu-Hua Liu. Dalam forum tersebut, dibahas topik “A Global Learning Blueprint: Shaping Innovative Minds for a Global Future”, yang menyoroti pentingnya desain pembelajaran global dalam membentuk generasi yang adaptif dan inovatif.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga sarana pertukaran perspektif antara peserta dengan akademisi internasional. Kehadiran pakar dari Taiwan mencerminkan langkah konkret USH dalam membuka akses jejaring global bagi mahasiswa dan pelajar.
Selain seminar, CreaFest 2026 juga menampilkan pameran karya mahasiswa yang mengangkat berbagai inovasi berbasis teknologi. Beberapa di antaranya mencakup pengembangan sistem computer vision untuk deteksi kantuk serta proyek metaverse Keraton Surakarta yang mengintegrasikan teknologi digital dengan pelestarian budaya.
Di sisi lain, sejumlah inovasi juga berfokus pada kebutuhan sosial dan keseharian. Berdasarkan dokumentasi proyek mahasiswa, terdapat aplikasi kesehatan mental seperti Sijiwa yang membantu pengguna memahami pola emosi, serta platform pengelolaan sampah digital ZeroCycle dengan konsep “sedekah sampah” . Selain itu, berbagai aplikasi layanan digital seperti platform event, jasa, hingga pemasaran juga turut dipamerkan.
Ketua panitia CreaFest 2026, Nimas Ratna Sari, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang pengalaman belajar yang nyata.
“CreaFest tidak hanya ajang melihat, tetapi merasakan langsung pengalaman belajar dalam konteks global. Kami ingin siswa memiliki gambaran nyata tentang bagaimana mereka bisa berkembang dan berkontribusi di tingkat internasional,” ujarnya.
Rektor Universitas Sugeng Hartono, Jacob F. N. Dethan, menegaskan bahwa pendidikan global tidak harus identik dengan biaya tinggi maupun akses yang terbatas.
“Kami percaya bahwa pendidikan global tidak harus mahal dan jauh. CreaFest merupakan salah satu bentuk komitmen Universitas Sugeng Hartono untuk menghadirkan pengalaman tersebut secara nyata di Indonesia, sekaligus mempersiapkan generasi muda agar siap menjadi bagian dari dunia global,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan pameran dan seminar internasional ini, Universitas Sugeng Hartono menegaskan arah pengembangan pendidikan yang semakin terbuka dan kolaboratif. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam menjembatani kebutuhan lokal dengan jejaring global melalui inovasi dan kerja sama lintas negara.***
