Berita Terbaru Hari Ini, Update dan Terpercaya

Satu Merek untuk Banyak Produk, Apakah Bisa?

brand

Sah! – Satu merek bisa digunakan untuk banyak produk. Tidak ada aturan yang melarang hal ini dalam dunia bisnis. Namun, ada satu hal penting yang harus diperhatikan: perlindungan merek tidak otomatis meliputi semua produk hanya karena menggunakan nama yang sama.

Satu Merek Bisa Digunakan untuk Beberapa Produk

Dalam dunia usaha, sangat umum melihat satu merek digunakan untuk berbagai produk. Misalnya, sebuah perusahaan menggunakan satu nama untuk pakaian, tas, sepatu, dan aksesori. Semua produk ini bisa menggunakan nama yang sama tanpa masalah, selama dikelola dengan benar.

Namun, masalah muncul saat ingin daftarkan merek tersebut secara resmi. Saat mengajukan pendaftaran, pemilik usaha harus menyebutkan jenis barang atau jasa yang ingin dilindungi. Ini harus jelas dan tepat.

DJKI menjelaskan bahwa ada 45 kelas dalam sistem klasifikasi merek. Kelas 1 hingga 34 untuk barang, sementara kelas 35 hingga 45 untuk jasa. Artinya, satu merek bisa digunakan untuk banyak produk, tapi hanya jika produk-produk tersebut masuk ke dalam kelas yang sama atau kelas yang berbeda tetapi sudah terdaftar.

Bagaimana Jika Produknya Berbeda Kelas?

Tidak masalah kalau produknya berbeda kelas. Satu merek bisa didaftarkan di lebih dari satu kelas. Ini memberikan fleksibilitas bagi pemilik usaha untuk melindungi merek secara lebih luas.

Sebagai contoh, sebuah merek menjual pakaian dan juga membuka toko ritel. Pakaian masuk ke kelas tertentu, sementara jasa perdagangan masuk ke kelas lain. Keduanya bisa dilindungi dengan satu merek, asal didaftarkan di kelas yang sesuai.

Namun, jangan asal mendaftarkan semuanya. DJKI menegaskan bahwa perlindungan hanya berlaku untuk jenis barang atau jasa yang tercantum dalam sertifikat. Kalau tidak terdaftar, maka tidak bisa diklaim sebagai hak, meskipun menggunakan nama yang sama.

Kenapa Kelas Merek Perlu Diperhatikan?

Kesalahan dalam memilih kelas bisa membuat perlindungan merek tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis. Misalnya, sebuah merek awalnya digunakan untuk makanan. Setahun kemudian, pemilik ingin gunakan merek itu untuk minuman.

Kalau minuman tidak terdaftar sebelumnya, maka tidak bisa dibela secara hukum. Selain itu, jika ingin memastikan tidak ada tumpang tindih dengan merek lain, maka kelas sangat penting.

DJKI menjelaskan bahwa dua merek yang sama tidak selalu dianggap sama hanya karena nama dan kelasnya mirip. Jenis barang atau jasa yang berbeda bisa jadi tidak dianggap sama, bahkan jika kelasnya sama.

Jangan Hanya Mendaftarkan Nama, Perhatikan Rencana Bisnis

Bagi yang ingin mengembangkan satu merek ke banyak produk, rencana bisnis harus jadi dasar dalam pendaftaran merek. Tujuannya bukan hanya punya sertifikat, tapi mendapatkan perlindungan yang benar-benar sesuai dengan rencana.

Setiap usaha punya tujuan dan produk yang berbeda. Maka, memilih kelas merek tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Jika bingung, sebaiknya cari bantuan profesional.

Sah! siap membantu proses pendaftaran merek agar sesuai dengan rencana bisnis. Hubungi Sah! melalui WhatsApp 0856 2160 034 atau kunjungi Sah.co.id untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan perlindungan merek.

Konsultasi Gratis

Exit mobile version