Sah! – Di era digital yang semakin maju, berbelanja online telah menjadi pilihan yang populer bagi banyak orang. Hanya dengan beberapa klik, kita dapat memesan barang-barang yang kita butuhkan dari berbagai toko online.
Dengan sistem belanja yang semakin maju ini sayangnya juga memberikan dampak negative, salah satunya adalah kita jadi tidak bisa melihat secara langsung bagaimana kondisi dari barang yang kita beli di situs e-commerce.
Sehingga seringkali kita mengalami masalah yang tidak diinginkan: barang yang datang tidak sesuai dengan pesanan kita. Hal ini tidak hanya menyebalkan, tetapi juga dapat menyebabkan kerugian finansial dan waktu.
Banyak konsumen mengalami kesalahan dalam pemesanan karena tidak memeriksa detail produk secara menyeluruh. Selain itu, kualitas produk yang tidak sesuai dengan deskripsi di situs toko online juga merupakan masalah umum. Banyak toko online yang tidak jujur dalam menggambarkan produk mereka, sehingga pembeli menerima produk yang tidak seperti yang diharapkan
Konsumen sebagai pelanggan memiliki kedudukan yang sangat rentan untuk mendapatkan kerugian. Namun apabila kita mengalami permasalahan berupa barang yang kita beli di e-commerce tidak sesuai pesanan, maka hak-hak kita sudah dilindungi pada undang-undang.
Penjelasan ini dapat kita temui dalam Pasal 4 huruf C UU 8 Tahun 1999, yang menyebutkan bahwa konsumen berhak untuk “mendapatkan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa”
Pelaku usaha yang tidak bertanggung jawab sering kita jumpai pelaku pada e-commerce. Meminimalisir kerugian dengan menyembunyikan cacat pada produk merupakan tindakan yang tidak etis. Nah, karena adanya kerugian ini kemudian pelaku usaha berkewajiban untuk menggantinya dengan sebuah kompensasi.
Pelaku usaha yang curang wajib memberikan kompensasi sebagaimana Pasal 7 huruf F UU 8 Tahun 1999. Pemberian kompensasi ini sebagai wujud akan ketidaksesuaiannya apa yang telah diperjanjikan sebelumnya, sehingga penjual dapat bertanggung jawab penuh akan apa yang telah dilakukannya
Kita sebagai konsumen jangan khawatir akan diabaikan oleh pelaku usaha, apabila barang rusak yang terkirim ke kita tidak diberikan kompensasi. Karena pelaku usaha yang tidak menaatinya dapat dikenakan sanksi sebagaimana pada Pasal 62 ayat (1) UU 8 Tahun 1999, yakni mendapatkan denda paling banyak Rp.2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah) dan penjara paling lama 5 (lima) tahun.
Nah itu dia penjelasan terkait dengan aspek hukum apabila barang yang kita pesan tidak sesuai. Kita sebagai konsumen juga bisa lebih bijak mana tempat untuk membeli barang yang jujur. Karena banyak pelaku usaha e-commerce yang melakukan kecurangan.
Sah! menyediakan layanan berupa pengurusan legalitas usaha serta pembuatan izin HAKI termasuk pendaftaran hak cipta. Sehingga, tidak perlu khawatir dalam menjalankan aktivitas lembaga/usaha. Untuk yang hendak mendirikan lembaga/usaha atau mengurus legalitas usaha dapat kunjungi laman Sah.co.id.
Jika membutuhkan konsultasi legalitas bisa klik tombol WhatsApp di kanan bawah atau melalui 0851 7300 7406